How To Apply Scholarship from Company in Japan

(Aisyah Humayro)

Bagaimana mendaftar program master di Jepang?

Banyak yang beranggapan harus dapat beasiswa terlebih dahulu. Ternyata banyak sekali cara untuk bisa belajar di Jepang. Jangan berkecil hati jika terlewat atau belum lolos dalam beberapa kesempatan, karena Allah menyediakan banyak sekali jalan untuk kita coba, asalkan kita mau mencoba.

Ada beasiswa apa aja sih yang biasanya terkenal di mahasiswa Indonesia?

Ada MEXT, LPDP, Ajinamoto, INPEX, dan beasiswa lainnya.

Pengalaman Mba Aisyah menuju master di Jepang:

Mendapatkan info adanya kerjasama dengan universitas asal dan universitas di Jepang. Juga, ada program english track. Nah, semisal ada kerjasama seperti ini jangan sampai dilewatkan, bisa jadi universitas di Jepang tersebut sudah menyediakan kuota khusus untuk kampus yang menjalin kerjasama dengan kampus mereka. Setelah mendapat info tersebut, saya langsung berdiskusi dengan dospem skripsi dulu terkait penelitian apa yang cocok untuk diteliti di program master nantinya. Apa yang akan dipelajari di Jepang? Lebih baik topik yang akan kita ambil relate dengan penelitian di S1, agar tidak perlu belajar dari awal lagi.

Hal berikut dapat dilakukan:

  • Membuat proposal atau research plan. Reasearch plan ditulis dengan bahasa inggris;
  • Mengontak profesor di kampus tersebut lewat email. Dapat email profesornya dari mana? Didapat dari buklet pendaftaran yang diberikan, pilih profesor yang sedang research sesuai yang kita minati. Kebanyakan profesor di Jepang ga serta merta langsung akan memberikan jawaban dan tidak langsung mudah percaya dengan orang asing. Jadi, saat mengirim email kepada profesor harus baik dan benar grammernya, to the point, tidak bertele tele. Apa aja isi emailnya? Pembuka (pengenalan diri secara singkat), isi penelitian (tertarik dengan penelitian beliau, dan berecana untuk melakukan penelitiana apa), penutup (menanyakan ksediaan profesor, lampiran);
  • Dua minggu kemudian dibales emailnya, dan proesor bersedia untuk membimbing;
  • Kemudian, mengontak universitas tersebut, mengirimkan rekomendasi dari profesor dan CV. Menanyakan alur dan ketersediaan beasiswa untuk mahasiswa asing;
  • Ternyata mereka punya beasiswa untuk mhs asing, syaratnya ada 3 (IPK min 3 atau 3,2 , sertif TOEIC min 600, surat rekomendasi dari profesor). Kemudian mengisi form (stattement of purpose, Letter of recomendation, research plan, CV, transkip, dan sertifikat TOEIC);
  • Mengirimkan dokumen lewat post. Karena jepang sangat menghargai originalitas dokumen;
  • Proses seleksi ada 2 tahap. Yaitu wawancara dengan sensei dan wawancara dengan Internasional Center atau universitas;
  • Satu bulan kemudian pengumuman kelulusan dan mba aisyah berangkat ke Jepang. Beasiswa yang diperoleh cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. SPP dipotong setengah. Kalau mau bisa nambah uang dengan part time job;
  • Selain beasiswa dari universitas, juga ada beasiswa dari perusahaan
  • Persyaratannya rata-rata sama dengan beasiswa lainnya. Bedanya semuanya dalam bahasa Jepang, harus bisa menulis dan berbicara bahas Jepang;
  • Biasanya beasiswa dari perusahaan ada yang dikhususkan untuk beberapa negara aja, misal beasiswa untuk asia, saingannya lebih sedikit. Tapi anak-anak asia biasanya lebih jago bahasa Jepangnya. Jadi tetep harus semangat.;
  • Pertanyaan inti dalam tes beasiswa:

1, Apa motivasi dan sebesar apa motivasi untuk belajar di Jepang

2. Bagaimana diri kita (harus paham diri sendiri) jelaskan hal-hal yang sesuai juga dengan latar belakang perusahaan dan jika punya publikasi ilmiah bagus, tapi bukan hal yang utama, kecuali perusahaan itu basic nya research

3. Bagaimana penelitian kalian dan apa efeknya

  • Saat sudah menerima beasiswa dari perusahaan jangan lupa mengabari universitas di Jepang, bisa jadi profesor kita lupa menyampaikan ke universitas. Biasanya ada banyak cek, dari sensei, dari universitas, dari perusahaan; dan
  • Saat sampai di Jepang tidak ada kelas persiapan, langsung penelitian. Karena english track, bahas pengantarnya menggunakan bahasa inggris.

Bahasa Jepang:

Walau belum bisa sebelumnya tidak apa-apa, disetiap kota ada Internasional Center yang menyediakan kursus bahasa Jepang gratis bagi pelajar asing. Part time job juga bisa meningkatkan skill bahasa Jepang. Karena banyak tempat kerja yang hanya menggunakan bahasa Jepang, tanpa bahasa inggris.

TOEIC, TOEFL, JLPT, lebih baik yang mana?

Karena orang Jepang standar bahasa inggrisnya ga tinggi, jadi bisa pake TOEIC. Semisal ingin menggunakan TOEFL juga tidak apa apa. Jika punya sertifikat JLPT lebih baik, semakin tinggi levelnya maka kemungkinan mendapat beasiswa yang lebih besar akan lebih besar juga. Karena orang Jepang suka jika kita bisa bahasa Jepang dan kenal budayanya.

VISA:

Bisa menggunakan VISA pelajar. Jika ingin mengganti VISA kependudukan bisa diurus di bagian imigrasi saat sudah menyelesaikan kuliah.

Cara menyiapkan diri:

Ubah mind set. Jangan anggap sulit kalau belum dicoba. Allah sesuai prasangka hamna-Nya. Sulit, tapi possible. Susun strategi, cara-cara dan timeline. Kemudian, lakukan strategi tersebut, kebanyakan kita hanya berencana namun tidak melakukan apa yang kita rencanakan

Tips Kuliah saat di Jepang:

Cari tempat tinggal yang jauh dari univ, biar lebih murah. Transportasi biasanya mahal, jadi kalau bisa pake sepeda atau jalan kaki. Jika sudah memiliki anak, ada tunjangan untuk anak asing dari pemerintah jepang sebesar 15.000 yen/bulan/anak

            Kita sering sibuk untuk mencari beasiswa dari perusahaan atau universitas, tapi kita lupa ada yang selalu menerima dan menyediakan beasiswa untuk kita, bahkan lebih dari itu. Siap dia? Allah. Pemilik segala beasiswa, pemilik segala perusahaan. Maka, gantungkan harapan hanya pada Dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *