You are currently viewing Menemukan Pemuda yang Merubah Indonesia

Menemukan Pemuda yang Merubah Indonesia

Diskusi Online UKM PP FIM Universitas Lambung Mangkurat

18 April 2020, Pukul 19.35 WITA – Selesai

Tema: Menemukan Pemuda yang Merubah Indonesia

Narasumber: Elmo Juanara, ST.

Notulensi :

Tema yang diberikan malam ini sangat nasionalisme. Berbicara tentang kapasitas sumber daya manusia dan ladang kontribusi yang luas, yaitu Indonesia. Jika berbicara tentang Indonesia, yang terjadi, pasti selalu terjadi gemuruh dalam hati campur aduk emosi dan perasaan akan sebuah negara kelahiran bernama Indonesia. Ditengah besarnya tantangan bangsa, banyak impian dan harapan disana, tentang negeri dengan 200 juta manusia. Banyak yang pesimis tentang Indonesia memang hal itu sangat masuk akal di tengah2 kondisi seperti ini, apa ada harapan bagi Indonesia untuk leading dengan negara2 Eropa sana? Lihatlah peta negara kita

Negeri dengan ribuan pulau, dan segala potensi melekat padanya sejatinya sedang menunggu para pahlawan untuk bangkit dan mengharumkan Namanya adakah gemuruh itu di dada teman – teman  semua? saya harap ada. jika kita lihat peta Indonesia mungkin akan biasa – biasa saja. Saya dulu tidak terlalu menyadari, kenapa orang -orang pada bilang Indonesia ini negeri yang besar. Sepertinya biasa saja kalau di bandingin dengan Amerika yang mempunyai banyak negara bagian, maka Indonesia kecil, terpencar – pencar pulaunya, apalagi jika dibandingkan dengan daratan Rusia yang luas. Namun sejatinya, jika kita lihat di peta, maka di kawasan Asean, Indonesia merupakan negara yang eye catching, besar dan menarik dibanding negara – negara sekelilingnya. Ketika saya banyak melakukan perjalanan ke LN, maka semakin yakin dan semakin faham, bahwasanya negara kita ini memiliki potensi yang besar. pernah nonton film Rudy Habibie kan? disana Rudy menulis surat kepada pemerintah Indonesia. Keahlian apa yang dibutuhkan Indonesia saat ini? kami akan mempelajari dan mempersiapkannya.

Indonesia sampai sekarang masih menjadi negara berkembang  (walaupun beredar kabar, Indonesia sudah ditetapkan menjadi negara maju oleh AS) yang itu tidak tahu ya validan berita tersebut.. Ada sebuah pesan untuk sebuah negara berkembang “Message for Developing Country people” ini surat yang menjadi refleksi kita bersama

Apa perbedaan negara maju dan berkembang di dunia ini?

The difference between the poor and rich nations is not the age of the Nation.

apa buktinya?

This can be demonstrated by countries like India and Egypt, which are more than
 2000 years old and are still poor countries. Tetapi di sisi lain .Canada, Australia and New Zealand, which 150 years back were insignificant, today are developed and rich countries. Kemudian ada lagi yang bilang bahwa perbedaan negara maju dan berkembang itu ada di ketersediaan Sumber Daya Alam nya

Ternyata, apa faktanya?

The difference between the poor and rich nation does not also depend on the available natural resources. kita ambil contoh Jepang.  Japan has limited territory, 80% mountainous, unsuitable for agriculture or farming, kalau ke Jepang, sewaktu ingin landing, pasti yg kelihatan di Jepang rata2 pegunungan. Masyarakatnya banyak tinggal di pesisir. Selain itu dengan tinggal di pesisir, potensi bencana alam yang selalu mengancam. but is the second (sekarang ketiga atau keempat gitu) in worlds economy ! Rahasianya : The country is like an immense floating factory, importing raw material from the whole world and exporting manufactured products.

Contoh kedua: Switzerland. It does not grow cocoa but produces the best chocolates in the world. In her small territory she rears animals and cultivates the land only for four month in a year, nevertheless manufactures the best milk products. A small country which is an image of security which has made it the strongest world bank.! Kemudian ada faktor lain lagi. Executives from rich countries who interact with their counterparts from poor countries show no significant intellectual differences.

Atau mungkin karena faktor warna kulit?

Ternyata tidak juga. The racial or colour factors also do not evince importance: migrants heavy in laziness in their country of origin are forcefully productive in rich European countries.

Lalu apa yang membedakan ?  negara berkembang dan negar maju.

The difference is the attitude of the people, moulded for many years by education and culture. Ketika menganalisa faktor2nya, berikut faktor yang menjadi penyebabnya:

  1. Ethics, as basic principles.
  2. Integrity
  3. Responsibility.
  4. The respect for Laws and Regulations.
  5. The respect from majority of citizens by right.
  6. The love for work.
  7. The effort to save and invest.
  8. The will to be productive.
  9. Punctuality

In the poor countries a small minority follow these basic principles in their daily life.

  • We are not poor because we lack natural resources or because nature was cruel towards us.
  • We are poor because we lack attitude. We lack the will to follow and teach these principles of working of rich and developed societies.

Terakhir dalam pesan ini yaitu sebuah kalimat yang menyentak kita semua.

  • WE ARE IN THIS STATE BECAUSE WE WANT TO TAKE ADVANTAGE OVER EVRYTHING AND EVERYONE.
  • WE ARE IN THIS STATE BECAUSE WE SEE SOMETHING DONE WRONG AND SAY – “LET IT BE”
  • WE SHOULD HAVE A SPIRITED MEMORY AND ATTITUDE…
  • ONLY THEN WILL WE BE ABLE TO CHANGE OUR PRESENT STATE.

Semua itu berawal dari ketidakpedulian. jika setiap orang berfikir let it be, maka akan terjadi akumulasi ketidakpedulian terhadap negeri ini. Oleh karena itu, kita jadi paham, bukan sumber daya alam yang membuat suatu negeri itu maju, tetapi sumber daya manusianya lah. Kaderisasi pemimpin – pemimpin masa depan yang massive, akan semakin menambah cadangan keras (iron stock) negeri ini, sehingga pilihan – pilihan / opsi pemimpin negeri atau daerah semakin banyak.

Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar tidak dapat dibangun dengan mimpi-mimpi kecil, terlebih dengan pemikiran-pemikiran yang keruh. Ia harus dibangun dan ditopang dengan mimpi serta pemikiran-pemikiran yang besar.. Teruntuk generasi muda bangsa Indonesia, sampai saat ini, negeri ini adalah warisan daripada para pendahulu kita. Sudah menjadi barang pasti, mau tidak mau, kita sebagai generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan tersebut. Maka, mari menjadi bagian dari SDM strategis yang akan membangun Indonesia lebih baik lagi!

Berbicara mengenai SDM strategis, mahasiswa merupakan pabriknya.  Kampus ini tersediaannya agen-agen perubah dan sumber daya strategis yang lain. Kampus sebagai tempat berkumpulnya pemuda pilihan dalam jumlah banyak dan waktu yang lama merupakan peluang besar bagi penanaman dan pertumbuhan keilmuan, semangat, dan keberanian. Kampus sebagai center of excellences adalah salah kata kunci transformasi karena ilmu dan wacana besar adalah plasma nutfah kebangkitan itu sendiri. Pendidikan ini merupakan kunci untuk menemukan siapa yang akan dapat merubah Indonesia (jadi lebih baik)

Ada yang masih ingat apa kata – kata Nelson Mandela tentang Pendidikan?

Pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah. Kata – kata ini datang dari seorang Nelson Mandela yang kemudian berhasil menghapus politik apartheid dulu. Sungguh, pendidikan itu benar – benar ampuh dan berbahaya disamping itu, El-Hajj Malik El-Shabazz: Malcom X juga mengatakan “Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today” Sudah paham sampai sini. jadi kuncinya ada di SDM, kunci SDM yaitu pendidikan

Berbicara pendidikan, kita juga harus senantiasa mampu melihat trend masa depan. Aeperti apa pendidikan yang bisa bermanfaat untuk kontribusi ke depannya agar kita bisa memilih pos kontribusi kita kelak ke depan. Ini tidak mudah, tetapi dengan mengetahui future trend kita jadi lebih sedikit terbuka karena tanpa mengetahui masa depan, kita bisa terjebak dalam expired generation (Mohammad NUH).  Ternyata ada 5 trend besar dunia saat ini

pergeseran ekonomi global, pergeseran demografi, percepatan urbanisasi, kebangkitan teknologi, dan perubahan cuaca

Tentang peluang memanfaatkan 5 trend ini oleh generasi saat ini

Screen ini diambil dair PPT Pak Mohammad NUH  dalam Agenda Big Data sebagai bensin Digital Economy di bandung

. Coba perhatikan itu adalah generasi yang sekarang menjadi pemimpin.

Screen ini diambil dair PPT Pak Mohammad NUH  dalam Agenda Big Data sebagai bensin Digital Economy di bandung

dan ini generasi yang akan menjadi pemegang kunci di masa yang akan datang. generasi ini akan merasakan waktu nya untuk menempati pos – pos strategis negeri

Pertanyaannya, siapakah generasi ini?

SISWA dan MAHASISWA SEKARANG

Artinya ini snagat penting, waktu ini sangat penting: untuk dapat mencetak sebanyak2nya cadangan keras (iron stock) dan agent of change Indonesia

Salah satu kompetensi yg dibutuhkan untuk generasi tersebut yaitu Higher Order Thinking kemampuan untuk membuat, mengevaluasi, dan menganalisis jauh lebih penting ketimbang memahami dan mengingat. Oleh karena itu sekarang, dengan isu industri 4.0 sudah mulai massive penambahan kapasitas semacam tersebut

Terakhir, yang perlu kita ketahui yaitu apa visi dari Indonesia sendiri. Dokumen Visi Indonesia 2045 yang disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada tahun 2017. Visi Indonesia ternyata tidak jauh – jauh dari visi global yaitu terdiri atas 4 pilar

  1. Pembangunan SDM dan Penguasaan IPTEK
  2. Pembanguan Ekonomi
  3. Pemerataan Pembangunan
  4. Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintah

Persempit bahasan pada poin 1 saja, , yaitu SDM dan IPTEK. Saat ini bidang keilmuan Keteknikan mendapatkan perhatian besar. Proporsi sarjana teknik (insinyur) di Indonesia masih sangat sedikit.. Hanya sekitar 9 ribu orang (dari 750 ribu insinyur) yang bekerja sebagai insinyur professional Saat ini Indeks Daya Saing Global Indonesia masih menempati peringkat 37. Oleh karena itu pemerintah ingin agar beberapa disiplin ilmu berikut bisa semakin berkembang di tanah air

Pengetahuan Benua Maritim dan Teknologi Kemaritiman, Pusat Biodiversitas, Teknologi Material, Pusat Studi Kebencanaan dan Mitigasi Bencana. Kira – Kira begitu gambaran umumnya Pesannya adalah

“Bahwasanya, kunci keberhasilan itu ada pada SDM lebih ditekankan pada Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”

Tidak peduli suatu negara itu sedikit natural resources nya, asal ia bisa mempunyai kemampuan dalam mengolah, maka itu akan menjadi produk yang bernilai. Bahasa industrinya yaitu added value dari sebuah raw material menjadi product dan kunci SDM itu  ada di pemuda dan mahasiswa saat ini yang usianya sedang ideal dan produktif.

Sekali lagi, jika kita berbicara Indonesia maka kita tidak bisa berbicara satu sektor saja. Karena luasnya Indonesia, maka kita akan berbicara berbagai sector dan berbagai potensi yang ada seperti maritime, potensi kebencanaan dan mitigasinya dsb. Lagi – lagi jika berbicara dalam konteks membangun Indonesia dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka kemampuan kita untuk terus mengikuti perkembangan ini adalah sebuah keniscayaan. Seperti motto MITI “Engine of Tomorrow” ( mesin masa depan ). Berupaya membangun perekonomian Indonesia dalam platform Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Sesi Pertanyaan

  1. Bagaimana pendapat kakak tentang dunia perpolitikan di indonesia dan apakah praktek politik ini juga salah satu yang berpengaruh dalam menyebabkan negara kita susah menjadi negara maju? apa pesan kakak untuk pemuda – pemuda  yg akan menjadi generasi penerus ini? (Lutfiah Amanda Harris_Kabupaten Gowa) Jawaban:

Kebijakan itulah yang akan menentukan kemajuan plan yang sudah di susun. Banyak sudah kita lihat, planning berubah setiap ganti cabinet, setiap ganti kepengurusan. Akhirnya master plan yang sudah dbuat boleh jadi tidak berjalan berkesinambungan karena pergantian kekuasaan cepat sekali 5 tahun sekali itu salah satu contohnya. Artinya, situasi politik nasional bahkan politik global ini sangat berpengaruh bahkan bukan hanya politik, tetapi ekonomi politik. Maksudnya tidak hanya berpolitikan dalam negeri, tetapi global. ini sangat – sangat mempengaruhi keputusan- keputusan yang diambil oleh negara berkembang

Pesan saya mungkin gini,

Kita paham bahwa teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk kemajuan bangsa tetapi disatu sisi, social science, seperti public policy dan economic development menjadi disiplin ilmu yang tidak kalah penting juga. Saya kadang sering mendorong adik – adik binaan untuk mengambil konsentrasi kebijakan publik, agar dapat mengambil peran lebih terhadap hal tsb. Karena bagaimanapun, keberlangsungan teknologi ini akan diketok (diputuskan) di lingkungan kebijakan/politik

Contoh:

Sebelum pandemi ini, yg sedang trend itu perang dagang AS dan China. Kemudian perang dagang Korsel-Jepang. India yang skg sedang growth

Grafik peningkatan populasi India thn 2018 sudah 1,353 miliar hampir mendekati RRT

Jika dilihat lebih dalam, anak2 muda India itu cukup luar biasa mereka jago bahasa Inggris, plus jago teknologi. Ini luar biasa menurut saya, jika potensi – potensi bergerak massive, maka akan menjadi potensi yang luar biasa. Dikampus saya banyak orang – orang India. Rata -rata konsentrasi yg mereka ambil itu sangat berkaitan  dengan IT dan hal2 yg berkaitan dengan Industri 4.0. Seperti AI, ML dsb. Bahasa Inggris kita anak-anak Indonesia (rata2) mungkin masih jauh dibawah merek. Saya kira penting untuk melihat ketiga negara RRT, India, dan AS

  • Sebenarnya di Indonesia ini banyak sekali pemuda-pemudi yg punya kualitas SDM yang mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan banyak sekali inovasi dari mahasiswa menciptakan berbagai macam produk melalui karya ilmiah. Namun sayang, kecerdasan dan kepintaran pun tidak bisa menjamin seseorang bisa sukses. Jadi, bagaimana cara agar kita bisa memanfaatkan kecerdasan sehingga bisa sukses? (M. Rizqi _Banjarmasin)

Jawaban:

Pertama tama kita harus sepakati dulu, sukses yang dimaksud ini apa. Sukses untuk diri sendiri kah, atau sukses sebagai anak bangsa yang memajukan bangsanya. Karena jika berbicara tentang diri sendiri, lebih ringkas sebenarnya. Seperti Pak Warsito MITI, jika tidak di terima dengan baik karya nya di tanah air, beliau bisa langsung saja pergi ke Ohio State dan bekerja di perusaahn di US sana. dengan karya ECVT nya, maka sangat mudah menghasilkan uang juga para teknorat dan ilmuwan – ilmuwan lagi lainnya. Tetapi jika bertekad untuk memajukan negaranya tentu tantangan nya berbeda lagi mungkin lebih panjang dan sangat berat lagi sehingga dalam hal ini dalam konteks ini tidak bisa bergerak sendirian. Perlunya sebuah komunitas atau organisasi yang bergerak ke arah sana secara beriringan secara sistematis, terstruktur, dan common, sehingga bisa lebih saling menguatkan dalam ‘sukses’ berkontribusi untuk negeri.

  • Indonesia inikan merupakan termasuk negara maritim dan juga kekayaan alamnya sangat banyak mengapa dengan kekayaan alam yang banyak tersebut Indonesia masih dilanda kekurangan dan juga kekurangan SDM nya untuk menghasilkan keunggulan” yang dapat mensejahterakan rakyatnya. Juga orang pintar di Indonesia lebih bahagia berkarya diluar negri daripada di negerinya sendiri why? (Abi_Universitas Tanjungpura Pontianak)

Jawaban:

Sudah menjadi rahasia umum dari  dulu begitu kasusnya menjadi masalah klasik seperti yang disampaikan di atas, bukan kekayaan sumber daya alam yg menjadi faktor utama sebuah negara tsb maju apa tidak. Namun lebih kepada penghuninya.

Saya pernah dengar kajiannya Pak Shofwan Al Banna, Ph.D dalam teori beliau Indonesia itu punya 2 kutukan : Sejarah dan Geografis. Mungkin kedua ‘kutukan’ ini yang menjadi alasan mengapa sampai sekarang kita masih seperti ini. Indonesia sebagai negara yang pernah mengalami penjajahan beratus beratus tahun, juga kondisi georafis, pasti memiliki dampak dari hal – hal tersebut. Ini akan menjadi panjang ceritanya, tetapi, saya sarankan untuk teman – teman bisa pelajari kedua hal ini lebih jauh lagi. Nanti mungkin akan ketemu benang merahnya, kenapa kita sekarang masih seperti ini

  • Apa yg disampaikan oleh pemateri dan iya katakan bahwa bukanlah SDA membuat suatu negara itu maju, terus tanggapan tersebut sangat konrak dengan apa yg saya pikirkan, menurut saya ketika sdm dan sda itu selaras maka negara akan maju, dan ini adalah tanyakan kita selaku pewaris peradapan(kaum milenial) untuk memajukan sdm kita dan mengolah sda dengan bijak, dan pertanyaan saya agar sumber sdm kita meningkat aga yg kita lakukan agar kita mampu menjadi seorang yg hebat di bidangnya masing2 agar mampu bersaing ? (Firman_Palopo)

Jawaban :

Kenapa tadi disampaikan bahwa SDA tidak menjadi satu2nya faktor yg membuat suatu negara itu maju. contohnya seperti beberapa yang saya share di atas tadi. Jika SDA dan SDM bisa selaras itu sangat baik dan ideal sekali. Paling pertama – tama harus dimiliki yaitu adalah akhlak dan adab kepada diri sendiri, kepada masyarakat/rakyat, dan kepada negara. Ketika hal ini sudah bersemayam dalam diri seorang muslim maka keahlian apapun yang akan dikuasainya kelak, in syaa Allah akan berguna

Kemampuan yang saya rekomendasikan adalah Bahasa. Bahasa ini jendela dunia, minimal bahasa Inggris. Dengan ini kita akan dapat lebih luas lagi melihat dunia dan memiliki pandangan dari berbagai macam sudut, sehingga wawasan kita akan semakin kaya dan akan lebih bijak dalam memutuskan dan menempuh jalan kehidupan. Selanjutnya, pelajari hal – hal  yang bersinggungan dengan teknologi dan ekonomi. Kedua hal ini yang menjadi kunci – kunci kemajuan sebuah negara. Pelajari trend – trend masa depan. Misal, pasca pandemi ini (in syaa Allah), akan berubah seperti apakah model hidup manusia, bagaimana bentuk pekerjaan dsb. kemudian, banyak – banyak  membaca literatur ilmiah, sehingga argumentasi kita dipenuhi dengan fakta2. Kurang2i terlalu banyak kebanjiran informasi receh dan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan isinya

Terakhir mungkin, banyak – banyak baca sejarah Indonesia. In syaa Allah dengan demikian, kita akan semakin sadar dan paham apa yang pernah dilakukan oleh orang – orang terdahulu dan apa yang sebaiknya kita lakukan di masa ini dan mendatang.

KESIMPULAN

Majunya suatu negara tidak ditentukan oleh seberapa besar sumber daya alamnya, tetapi seberapa besar kualitas sumber daya manusianya. Kunci untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah pendidikan. Namun, kita juga harus mampu melihat trend di masa depan, agar dapat menentukan pendidikan yg sesuai untuk dapat berkontribusi kedepannya.

Ada 5 trend besar dunia saat ini yaitu:

  1. Peergeseran ekonomi global
  2. Pergeseran demografi
  3. Percepatan urbanisasi
  4. Kebangkitan teknologi
  5. Perubahan cuaca

Salah satu kompetensi yg dibutuhkan untuk generasi tsb ya itu Higher Order Thinking. Kemampuan untuk membuat, mengevaluasi, dan menganalisis jauh lebih penting ketimbang memahami dan mengingat.

Visi Indonesia yaitu:

  1. Pembangunan SDM dan Penguasaan IPTEK
  2. Pembanguan Ekonomi
  3. Pemerataan Pembangunan
  4. Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintah

Beberapa disiplin ilmu yg bisa semakin berkembang di tanah air yaitu:

  1. Pengetahuan Benua Maritim dan Teknologi Kemaritiman
  2. Pusat Biodiversitas
  3. Teknologi Material
  4. Pusat Studi Kebencanaan
  5. Mitigasi Bencana

Situasi politik nasional bahkan politik global sangat berpengaruh, maksudnya adalah tidak hanya berpolitikan dalam negeri, tetapi global sangat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh negara berkembang, karena bagaimanapun juga keberlangsungan teknologi ini akan di ketok di lingkungan kebijakan/politik.

Cara agar dapat memanfaatkan kecerdasan dan menjadi sukses adalah tidak bisa bergerak sendirian dan perlunya sebuah komunitas atau organisasi yang bergerak ke arah sana secara beriringan secara sistematis, terstruktur, dan common, sehingga bisa lebih saling menguatkan dalam ‘sukses’ berkontribusi untuk negeri.

Bukan kekayaan sumber daya alam yg menjadi faktor utama sebuah negara maju atau tidak, tetapi lebih kpd penghuninya. Hal yg harus dimiliki agar kita mampu menjadi seorang yg hebat di bidangnya masing – masing agar mampu bersaing yang paling pertama yaitu adalah akhlak dan adab kepada diri sendiri, kepada masyarakat/rakyat, dan kepada negara. Selanjutnya, kemampuan berbahasa karena dengan ini kita akan dapat lebih luas lagi melihat dunia dan memiliki pandangan dari berbagai macam sudut sehingga wawasan kita akan semakin kaya. Selanjutnya, pelajari hal – hal yang bersinggungan dengan teknologi dan ekonomi. Kedua hal ini yang menjadi kunci kemajuan sebuah negara.

Leave a Reply