You are currently viewing Merangkai Mimpi, Menapaki Realisasi

Merangkai Mimpi, Menapaki Realisasi

NOTULENSI DISKUSI ONLINE BY MITI-KM

Oleh: Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Klaster Mahasiswa

           Bina Wilayah SUMBAGUT

***

Judul Materi  : “MERANGKAI MIMPI, MENAPAKI REALISASI”

Pemateri         : Herlambang Tinasih Gusti

Moderator      : Erwin Suryadi

Pelaksanaan   : Grup Whatsapp Diskusi Online by MITI KM

“MERANGKAI MIMPI, MENAPAKI REALISASI”

Seperti yang dikatakan oleh Giring Nidji bahwa mimpi-mimpi hebat kita harus senantiasa kita raih, artinya kita mesti punya usaha untuk meraihnya. Diwaktu kecil kita pernah memiliki impian-impian yang begitu gede, ada yang bercita-cita ingin menjadi seorang TNI karena beranggapan bisa menjadi TNI pasti hebat, ada yang bercita-cita ingin menjadi doter karena beranggapan akan bisa menyembuhkan bayank orang yang sakit. Impian-impian tersebut bisa jadi karena dorongan dari orang tua yang ingin melihat anaknya tumbuh menjadi orang hebat atau bisa juga dorongan dari lingkungan hidup kita.

Nah, sekarang nih, masih adakah impian yang kepingin kamu perjuangkan?? Apakah impian itu sama dengan  impian masa kecil kamu atau justru berbeda? Namun, tidak masalah sih apakah ia sama atau beda. Yang kudu kamu pastikan ialah impian itu masih ada.

Impian merupakan suatu hal yang layak kamu perjuangkan atau lebih tepatnya suatu hal yang membuat kamu berjuang. Beda loh orang punya impian dengan yang ga punya impian. Jangan sampai kita hidup tanpa memiliki impian karena hidup tanpa impian kita akan seperti air yang senantiasa mengalir mengikuti arus. Berjalan tanpa mengetahui arah tujuan.

Mau jadi orang yang ngga punya impian dan kehidupannya ngalir gitu aja? Atau mau menjadi orang yang punya impian kayak Luffy yang mau menghadapi tantangan hidup agar bisa menjadi raja bajak laut (maap yaa kalau contohnya ini. hehehe)? Ada contoh lain sih, yaitu Naruto yang kepengen jadi hokage~

Jadi, kayak Eyang Habibie, teknokrat keren yang ga cuma hasilkan teknologi berharga yang bikin pesawat terbang tanpa kendala, tetapi juga seorang putra bangsa yang mengabdi dan berkorban untuk bangsa hingga akhir hayatnya. Tentu, kamu kudu menjadi orang – orang yang memiliki impian. Bagi kamu yang belum memiliki impian, ayo tentukan dari sekarang juga. Satu tahun kedepan kamu ingin menjadi seperti apa? Lima tahun kedepan kamu ingin menjadi seperti apa? Ayo, semangat menentukan impianmu dari sekarang juga.

Mari kita Rangkai impian itu. Berikut saya berikan 3 tips yang InsyaAllah nih manjur kalau dilakukan. Bismillah:

  1. Tentukan impianmu
  2. Tuliskan impianmu
  3. Perjuangkan impianmu

Buktikan pada dunia bahwa kamu BISA!

Kamu bisa raih impian itu, toh telah banyak orang yang bisa melakukannya, jika ia bisa.

Why not? kita juga HARUS BISA dong!

Kita harus menyeimbangkan ikhtiar dan tawakal!

TANYA JAWAB

  1. Moedis Chintia Ridani – Universitas Andalas

Pertanyaan :

Bagaimana jika kita memiliki impian tetapi bertolak belakang dengan keinginan orang tua? Contohnya, saya ingin kuliah di Jurusan Teknik, tetapi orang tua melarang dan memaksa saya di Jurusan Keperawatan. Nah, dari kecil saya juga sering bermimpi seperti film yang saya tonton di televisi. Namun, orang tua saya selalu mengekang saya hingga menjadi hambatan bagi saya. Memang yang dikatakan orang tua adalah hal yang terbaik, tapi tetap saja jika saya tidak berminat di bidang itu, saya sulit menyesuaikan diri.

Menurut Uda, bagaimana solusi yang terbaik? Apakah saya harus menjalani perintah orang tua saja atau mengejar mimpi saya mungkin dengan mengikuti UTBK lagi di tahun ini diam-diam, Uda? Dan kalau boleh tahu, apa impian Uda kedepannya serta hambatan yang paling berkesan bagi Uda untuk mencapai impian? Terimakasih.

Jawaban:

Seberapa yakin kita dengan impian yang kita inginkan? Tugas kita ialah berikan penjelasan ke orang tua. Penjelasan ga sekedar lisan saja, tetapi juga pembuktian. Uda dulu ketika di awal masuk kampus, lagi seneng-senengnya ikutan berbagai organisasi dan kegiatan sampai pada titik orang tua melarang. Uda coba jelaskan dengan baik kepada orang tua. Namun, tetap masih ad penolakan. Lalu Uda coba buktikan bahwa dengan aktif di kampus itu banyak manfaat yang didapatkan. Hingga pada akhirnya, ketika Uda sampaikan prestasi-prestasi  atau kebaikan-kebaikan yang uda dapatkan di saat aktif dikampus kepada orangtua. Setelahnya, orangtua Uda tidak mempermasalahkan bahkan orangtua Uda mensupport agar aktif dikampus.

Jadi, caranya kalau sama orangtua itu:

  1. Beri pemahaman dengan baik, buka forum diskusi sampaikan maksud dan tujuan kita dengan tekad serta semangat;
  2. Dengarkan juga masukan dari orangtua, serta harapan mereka untuk kita; dan
  3. Buktikan dengan prestasi

insyaAllah orangtua kita bakalan mengerti

Uda memiliki impian untuk menjadi seorang sociopreneur yang memberikan kontribusi nyata serta melahirkan orang-orang hebat di masa depan. Uda bangun dari langkah-langkah kecil termasuk forum ini insyaAllah.

Tanggapan:

Izin kak menanggapi, bagaimana jika saya yakin dengan impian saya, namun orang tua tidak mau mendengar kan saya Uda? Apakah saya boleh menentang orang tua saya Uda? Tapi kan itu dosa dan bagaimana jika saya nantinya malah berkelahi dengan orang tua saya Uda?

Jawaban:

Wah, jangan jadi perkelahian. Kadang pemahaman kita sama orangtua itu beda. Bisa jadi faktor pengalaman hidup dan pendidikan. Jadi, sebagai anak, (1) jangan buka celah perkelahian, (2) perbedaan pendapat boleh, tapi cari jalan tengah untuk solusi, selain kita mengedepankan keinginan kita tapi kita juga kudu open dengan harapan orang tua terhadap kita.

So, jika memang impianmu ialah yang terbaik. Maka, buktikan pada orang tua dengan prestasi. Biasanya jalur prestasi ini lebih efektif

  • WH – Unsri

Pertanyaan:

Menurut Bang Herlambang, bagaimana cara yang paling baik untuk memulai sesuatu dan agar tidak memilih mundur bahkan berhenti?

Pernah mengalami titik paling nadir dalam proses menggapai impian? Boleh cerita-cerita sedikit, bagaimana proses untuk merecovery diri?

Jawaban:

  1. Mulai aja dulu, tapi kudu punya tujuan yang jelas. Ingatlah tujuan itu ketika dihadang dengan tantangan atau dihajar oleh kemalasan. Kayaknya tantangan, kemalasan, dan hambatan itu sudah sunnatullah sih yang bakalan kita dapatkan ketika perjuangkan tujuan kita. Maka, kita harus melewatinya
  • Pernah, mangkanya kita harus perkuat tekad, perbarui semangat, serta ikhtiar dan tawakal kepada dzat Yang Maha Kuat. Btw untuk ceritanya, ntar kita bikin via podcast aja, ya.
  • Rivana – UIN Sunan Kalijaga

Pertanyaan:

Sebagai maba, di kampus saya mulai merajut mimpi saya dengan menempa diri sebaik mungkin entah di bidang akademis maupun softskill  dengan mengikuti organisasi. Nah, saya mulai masuk di boom-f yang memang bergerak di bidang kajian ke sains dan teknologi, dan di semester ini ternyata banyak oprec oprec kepengurusan gitu kak. Ga tahu kenapa alhamdulillah saya diamanahi suatu tanggung jawab di beberapa tempat. Poin nya di sini, kan saya tadi baca cv kakak, di situ kakak aktif organisasi pun akademis juga bagus , boleh sharing time manajemen atau tips biar ga futur di tengah jalan atas amanah yang diemban?

Jawaban:

Berkaitan dengan manajemen waktu, setiap orang memiliki caranya sendiri. Di kampus, mahasiswa memiliki fase-fasenya. Fase MABA adalah fase pengenalan diri kit mau jadi apa kedepannya. Walaupun, beberapa orang dari MABA sudah menemukannya, namun tidak banyak.

Tidak masalah jika diawal kit mau aktif di berbagai organisasi karena hal itu bisa membuka cakrawala diri kita.

Kita diperbolehkan untuk kepo, asal keponya tidak ke hal-hal yang negatif, tetapi keponya kita bisa mengarahkan ke hal-hal untuk menetukan arah hidup kita kedepnnya.

Berkaitan dengan manajemen waktu, kita bisa menggunakan google kalender untuk mencatat beberapa kegiatan-kegiatan kita atau bisa juga mebnggunaka aplikasi lainnya agar kita bisa mengingat waktu-waktu kegiatan kita.

  • Nurul – Universitas Andalas

Pertanyaan :

Apa yang dilakukan ketika semangat/motivasi meraih mimpi semakin memudar?

Jawaban:

Apa yang harus dilakukan? Jawabannya rehat sejenak, jangan lama-lama, ya. Rehat sejenak yang dimaksud disini ialah moment muhasabah dan evaluasi. Pada kondisi kita down, galau, future, dan lain-lain berarti di situ kita kudu rehat. Sembari rehat, kita coba evaluasi, kenapa sih kok bisa jadi begini? Pasti ada sebabnya. Nah, biasanya dari situ kita bakalan sadar dan next time kita bisa antisipasi. Yakinlah ketika tekad kita kuat dalam meraih impian kondisi down itu ndak akan berlangsung lama.

Cara lainnya ialah dapatkan energi melalui orang-orang di sekitaran kita. Mereka yang satu visi dengan kita atau mereka yang menjadi support system kita. Itu akan membantu kita up dimasa-masa down.  Namun,  energi terbesar bakal kita dapatkan (bagi yang muslim) adalah  dengan melaksanakan sujud dua rakaat di sepertiga malam (qiyamul lail).

Leave a Reply