You are currently viewing Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Syariah

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Syariah

SHARE WITH US NEXT LEVEL (NL) – MARET

Pemateri          : M.Rizky Arifandi (Ketua PPI Durham, UK)

Tema               : Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Syariah

Waktu             : Jum’at, 20 Maret 2020

Grup                : Grup MITRAMITI KMseIndonesia 2020

Pada diskusi kali ini akan membahas mengenai akselerasi pertumbuhan ekonomi Syariah. Sebelum membahas akselerasi mari sekilas kita flashback sedikit dari mana sih munculnya ide adanya ekonomi Syariah. Secara singkat, ekonomi Syariah (dalam hal ini Islamic finance) muncul dari kegelisahan kaum muslim dunia pada kisaran tengah abad 20-an, waktu itu perbankan komersial tumbuh pesat di dunia barat dan muslim (timur tengah), prinsip dan praktek yang dibawa oleh bank2 tersebut bertentangan dengan prinsip islam karena mereka mengenakan bunga dalam menyalurkan kredit yang adalah riba dalam Al-Quran. Oleh karena itu munculah Lembaga keuangan Islam modern pertama di dunia yakni tahun 1963 yakni Mit Ghamir Bank di Mesir, dengan prinsip koperasi dan tanpa mengenakan bunga, melainkan bagi hasil. Kemudian satu dasawarsa berikutnya muncul bank besar pertama (dari segi valuasi asset) yakni Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah.

Indonesia juga tidak terlepas dari fenomena “kegelisahan” ini, akhirnya tahun 80-an dilakukan uji coba lembaga keuangan Islam yakni BMT Salman di Bandung dan koperasi Ridho Gusti di Jakarta sebelum baru secara resmi tahun 1990an MUI setelah beberapa kali mengadakan kajian ilmiah dan lokakarya akhirnya menggagas  pendirian Bank Islam pertama yakni Bank Muamalat Indonesia pada November 1991. Selanjutnya dari segi kebijakan Indonesia juga mengalami evolusi step by step, dimulai dari UU No.7 thn 1992 yang memperbolehkan bank menerapkan prinsip dual banking system yaitu penerapan perlakuan pengawasan yang sama (equal treatment) terhadap bank umum yang beroperasi dengan sistem bunga dan bank yang beroperasi dengan sistem Syariah. Sejak saat itu, perlahan dengan Undang2 yg terus diperbarui dan memudahkan operasional bank-bank islam, sehingga bank Islam sekarang telah tumbuh hingga sekarang menyentuh angka 6% market share dari perbankan nasional (OJK, 2019).

Gambar Fase Perkembangan Bank di Indonesia

Dan akhir-akhir ini banyak pilar-pilar ekonomi Syariah yang tumbuh untuk menemani sektor keuangan sebagai pilar utama, seperti data dari Thompson Reuters mengenai Global Islamic Economy tahun 2018, pada 2017 lalu, sektor halal industri sudah bisa dibilang besaing dengan Islamic finance dan halal travel, modest fashion, halal media and recreation tumbuh dengan pasti. Secara pribadi saya yakin, beberapa tahun lagi ekonomi Syariah akan menjadi “the next big thing” yang mampu menjawab tantangan ekonomi global dan secara khusus Indonesia akan menjadi pemain utama dalam kancah global itu.

Peluang dan Tantangan

Ada ungkapan bahwa bisnis tidak mengenal agama. Oleh karena itu, tahu penduduk muslim yang jumlahnya 1,8 miliar jiwa ini, peluang pasar yang menjanjikan ini, banyak negara yang secara khusus membidik segmen faith-market driven class ini, seperti misalnya Cina, Thailand dan Korea. Bahkan Korea sudah membentuk badan yang bertugas menyortir produk halal (bahkan Samyang mereka di UK sudah ada stempel halalnya). Belum lagi Cina dan Amerika yang siap besar-besaran menyuntikkan dana ke RnD dan marketing perusahaan mereka untuk masuk ke segmen industri halal (makanan dan kosmetik). Nah pertanyaannya, dimana nih posisi Indonesia?

Masih di data yang sama dari Thompson Reuters tahun 2018, kabar kurang baiknya Indonesia masih belum menjadi aktor utama di dalam lingkaran Global Islamic Economy. Bisa dilihat di gambar dibawah berikut. Mungkin modest fashion yang masih bisa bersaing (peringkat 2) dan Halal Travel (peringkat 4) tapi selebihnya, kita masih medioker.

Tapi kabar baiknya, pemerintah sangat serius dalam mendorong ekspansi pilar-pilar ekonomi syariah tersebut, mulai dibentuknya lembaga KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) sampai dibuatnya Master Plan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI). kabar baiknya lagi, Indonesia dalam Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 terbaru, Indonesia berhasil mencatat skor tertinggi pada Islamic Finance Country Index (IFCI) 2019 diantara negara terlist yang lain. Secara ga langsung itu menjawab efektivitas KNKS yang baru dibentuk pemerintah.

Namun tetap tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mendorong pilar-pilar ekonomi syariah tersebut masih banyak. Pemerintah perlu memperkuat lembaga keuangan syariahnya sebagai pondasi utama, yakni antara lain memperkuat modal usaha dan SDM, penguatan informasi, variasi produk, dll.

kemudian, menciptakan demand keuangan syariah yang sustainable melalui peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap industri keuangan syariah, yang saat ini dirasakan masih kurang. Terakhir, membentuk ekosistem keuangan syariah, melalui sinergi dan kolaborasi diantara pelaku jasa keuangan syariah di berbagai sektor, dengan pelaku industri halal di sektor riil.

Closing, Ini sebagian besar temen-teman S1 kan ya. Mungkin teman-teman masih beranggapan bahwa ekonomi (dan ilmu sosial lain) itu rumit apalagi yang dari jurusan lain. Well, saya juga awalnya merasa begitu. Namun yuk, mulai sekarang jangan abai sama sekali dengan perkembangan ekonomi sosial politik kita. Sempatkan untuk paling tidak tahu mengenai apa sih yang terjadi saat ini di dunia dan di Indonesia. Itu penting banget, karena kita harus kritis dalam menyikapi segala kebijakan yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak.

Terima kasih, sekian dari saya.

Wassalamualaikum wr.wb

TANYA JAWAB

Q:

Sebelumnya terimakasih mas rizky atas materinya. Menurut mas rizky, melihat kondisi perekonomian Indonesia yang mana rupiah nya semakin melemah, adakah langkah strategis sektor ekonomi syariah yang mampu mendorong penguatan nilai rupiah?

A:

Terima kasih atas pertanyaannya. Hmm.. Yap, jadi kemarin lebih tepatnya semua mata uang non-USD sedang melemah. Saat ini sedang dalam situasi likuiditas crunch. Orang2 pada butuh cash dolar US, maka semua aset yang kecuali USD turun. Bahkan komoditas2 lainnya seperti emas, minyak, bonds dan saham juga turun. Mengenai langkah strategis kita, wait and see sambil bersiap kalau misal benar-benar terjadi resesi ekonomi, walaupun saya yakin insyaAllah ga akan terjadi karena kondisi fundamental dan governance keuangan kita masih baik, cadangan devisa kita juga oke, ga kayak 97an.mengenai peran ekonomi syariah secara ga langsung ya pemerintah bisa nerbitin sukuk (obligasi syariah) dan meningkatkan rate bagi hasil di perbankan syariah untuk mendorong masyarakat untuk memegang rupiah alih2 USD.Semoga menjawab

Leave a Reply