Dari Gestapu hingga Reformasi: Sebuah kesaksian

JABALNUSTRA ON DISCUSSION ‘GESTAPU HINGGA REFORMASI’

Minggu (22/3) menjadi salah satu kesempatan emas bagi putra-putri punggawa MITI di Jabalnustra khususnya, untuk belajar banyak dari sejarah. Bertajuk ”Jabalnustra on Discussion”, pada kesempatan malam itu membawakan sebuah bedah buku karya Salim Said yang berjudul: ”Dari Gestapu hingga Reformasi: Sebuah kesaksian”. Pada kesempatan kali ini, bedah buku dibawakan oleh Hilmy dari Universitas Airlangga, dan dipandu oleh Risma Nuril Kholisoh dari Poltekkes Malang. Diskusi ini diselenggarakan dalam grup WhatsApp guna menyesuaikan kondisi beberapa daerah yang sedang mengalami pembatasan sosial dan ujian tengah semester. Bahkan beberapa pengurus MITI dari Kalimantan dan Medan pun ikut bergabung meramaikan suasana diskusi.

Sesuai sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa sebuah sejarah akan berulang, maka sudah pasti juga akan ada sejarah yang terulang di Indonesia. Lalu, bagian manayang akan terulang, kapan terjadinya, dan bagaimana hal itu akan berlangsung? Secara tidak langsung, pertanyaan tersebut timbul kala mengulas buku ini. Padahal, sejatinya buku ini merupakan sebuah memoar yang berisikan beragam peristiwa seperti sebuah fragmen, keudian dibuat ,enjadi sebuah kompilasi dengan diberikan keterangan pendukung. Hal ini jelas merupakan sebuah hal yang menarik untuk diketahui lebih lanjut.

Profil penulis yang merupakan seorang jurnalis yang berpengalaman dan malang melintang di Indonesia, khususnya dalam bidang militer, menjadi nilai tambah yang menarik atensi peserta diskusi. Bila dihitung, sudah afa ratusan nama yang dijumpai penulis, kemudian dikisahkan kembali dalam untaian paragraf sederhana yang mudah dipahami. Beberapa pengalaman pribadi beliau, seperti saat menunaikan ibadah haji dan menjabat sebagai duta besar RI untuk republik Ceko, menjadi nilai tambah yang bisa memperkaya wawasan peserta. Selama bedah buku berlangsung, peserta pun antusias mengikuti dan turut berpartisipasi aktif dalam membedah isi buku. Diskusi ditutup dengan sebuah simpulan, bahwa sejarah pasti mengandung hikmah, dari orang-orang besar yang kita temui. Ambil hikmah dari mereka, dan gunakanlah untuk, menerawang masa depan yang belum jelas berujung dimana. Jadi, jangan lelah belajar sejarah, ambil hikmah agar masa depan tetap cerah.

2 thoughts on “Dari Gestapu hingga Reformasi: Sebuah kesaksian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *