You are currently viewing Peran MITI untuk Masa Depan Indonesia

Peran MITI untuk Masa Depan Indonesia

Pada slide awal dijelaskan gambaran terkini tentang kondisi perekonomian Indonesia. Sektor yang menjadi motor penggerak ekonomi di Indonesia saat ini, Enam besarnya ialah kelapa sawit, jasa pariwisata, tekstil, migas, batubara, dan jasa TKI. Dari ke 6 sektor tersebut, hanya Jasa Pariwisata dan Tekstil yang merupakan sektor di luar kategori ‘energi yang mudah habis’ sehingga kita harus lebih aware kedepannya. Dengan kondisi ini (yang hanya menggantungkan harapan pada sektor Pariwisata dan Tekstil), akankah perekonomian Indonesia semakin menurun?

Bagaimana peran MITI untuk MASA DEPAN INDONESIA?

MITI didirikan dari gambar di koran dengan judul Teknologi dan Keamungan. Indonesia bagaikan pohon yang awalnya rindang dan buahnya banyak. Namun, kondisinya separuh sudah kandas. Sepuluh tahun selanjutnya mungkin daunnya tinggal dua. Apa bedanya Indonesia dengan Venezuela ?

Tahun ini atau 5 tahun ke depan, jika Indonesia tidak mengalami krisis seperti di Venezuela, itu sudah bagus. Jalan keluarnya, udah dibikin saat MITI didirikan 10 tahun yang lalu, namun ga ada yang care.

Saat itu :

  1. Transformasi sektor pertanian dan SDA lain menuju sektor industri berbasis agro atau SDA;
  2. Mendongkrak  daya  saing  industri  nasional  melalui  pengembangan  sistem  inovasi nasional; dan
  3. Membangun sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru berbasis knowledge menurut saya, yang bisa berpotensi untuk sumber daya yang besar adalah perikanan dan maritim. Harus didukung berbagai elemen agar bisa menjadi industri dan didukung oleh sistem inovasi nasional. Bisa jadi skala besar bila diselesaikan dalam tatanan negara.

Dan tiga hal tersebut untuk survival, minimal untuk agar kita bisa bertahan. Sumber daya Indonesia untuk dijadikan komoditi ekspor cukup berat. Contoh krakatau steel. Apa yang masih bersisa ?

Sehingga kita butuh inovasi, namun tidak cukup untuk menjadikan Indonesia leading di pasar global. Kalau takut tidak bisa kasih makan, jangan buru-buru bicara tentang nikah, masa dua dua nya daftar TKI / TKW ?

Sehingga hal itu kita tuangkan dalam Visi Madani MITI 2030

17-20 : Membangun Fondasi

20-25 : Melakukan Pemberdayaan

25-30 : Mengantarkan Transformasi Umat

Kuncinya : Pembinaan, Pemberdayaan, Kebijakan Wilayah

Lingkaran peran MITI bisa kita gerakkan sedikit demi sedikit. Yang bisa kita lakukan tiga tahun ke depan bagaimana membangun sistem inovasi baru berbasis IPTEK dan hal tersebut untuk survival, minimal untuk agar kita bisa bertahan. Sumber daya Indonesia.

Ini sudah berkaitan dengan survival, jika tidak bisa berjalan dengan baik, nantinya kita tidak akan bisa survive. Sebenarnya hal tersebut bisa lebih efektif jika berkaitan dengan kebijakan: mencakup SDM, institusi, infrastruktur. MITI bisa jadi salah satu SDM tinggi dibanding SDM lain di Indonesia, termasuk mahasiswa.

Kita tidak terlalu menggantungkan pada kebutuhan infrastruktur yang perlu investasi. Cukup pake hp saja. Tantangan kita adalah bagaimana bisa menjalankan start up company dan menjaring link MITI. Ini adalah segala sesuatu yang mau tidak mau kita lakukan. Secara organisasi MITI fokus bagaimana link-link itu bisa masuk ke value development cycle. Knowledge dijadikan sebagai nilai yang akan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Tantangan : Value development yang menjadi hal utama untuk dibangun → jika sudah naik sampai batas tertentu makan akan berdampak pada transformasi individu sampai masyarakat

Value development harus seperti roda yang terus berputar tanpa henti meskipun menabrak berbagai tantangan, tetap tidak boleh berhenti.

Building innovation: research (knowledge development), manufacturing (product development), business (product utilization). Knowledge dev ada di masa akademik dimana kita sudah harus memikirkan kontribusi untuk masyarakat yang bernilai ekonomi. Bernilai ekonomi menjadi hal yang penting untuk memenuhi kepentingan keluarga, jadi kontribusi untuk masyarakat namun tetap memperhatikan keluarga.

Orang yang tidak bisa dikalahkan adalah orang yang tidak pernah berhenti, bukan orang yang paling pintar bukan orang yang paling kuat.

“Kuncinya ialah jangan pernah berhenti dan harus bisa SURVIVE.”

-Warsito P. Taruno-



NOTULENSI DISKUSI

RAKORNAS MITI KM, FEBRUARI 2020

Oleh    : Dr. Warsito Purwo Taruno, M. Eng

               Ketua Umum MITI

Tema   : Peran MITI untuk Masa Depan Indonesia



Leave a Reply